Kewajiban Istri Terhadap Suami " Sebuah Notes Singkat
Maaf sebelumnya, bukan saya bermaksud mengajari atau menggurui, namun dalam tulisan ini hanya sekedar catatan saya sebagai seorang suami yang peduli terhadap norma dan etika agama dalam berumah tangga, mungkin dari sekian banyak rekan blogger sudah pada tahu semua tentang hubungan dalam berumah tangga ini, yups.. kalo sudah tahu ngapain di baca, mendingan baca-baca yang lain aja, siapa tahu ada yang lebih bermanfaat, dan untuk yang belum.. yuks kang mari kita lanjut bacanya….
Di zaman yang serba modern ini kita tahu sudah banyak etika dan budaya bangsa Indonesia yang terjual oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia (budaya laten), yang tanpa kita sadari di dalamnya sedikit banyak telah disusupi oleh bermacam-macam kerusakan moral, terutama estetika, adab dll. Salah satunya biar di bilang gaul coooyyy, apapun dilakukan demi kata itu.. BIAR GAUL.
Anak muda sekarang ( sok tua nih ceritanya ), TIDAK LEBIH BAIK DARI jaman muda dahulu.(JADUL) Kenapa?? Coba kita flashback ke depan.. hadah.. yang namanya flashback ya kebelakang atuh.. kalo kedepan mah namanya flashfront.. ( alias tukan ramal, yang mengetahui kejadian yang akan datang, seperti misalnya ada yang meramalkan kiamat nanti akan jatuh pada tahun tahun 2012), Cuih.. amit-amit.. sedikitpun gw kaga percaya.. walopun benar itu hanya kebetulan.. dan didalam islam TIDAK ADA KATA KEBETULAN.. jadi silahkan artikan sendiri.
Anak muda sekarang sudah banyak yang berani melawan orangtua, banyak yang lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai makhluk ciptaan Allah ( shalat dan mengaji), anak usia belasan tahun sudah berani pacaran, bahkan dia berani terang-terangan di depan umum gandengan tangan lah, rangkulan lah, dll..coba bandingkan dengan jaman dulu, mana berani anak usia belasan tahun pacaran.. ketemu cewek aja malu-malu..apalagi sampai pegangan tangan.. itu karena apa?? Ya karena budaya tadi, karena pergaulan yang tidak di monitoring oleh orangtua. Dan kita sebagai orang tua wajib,wajib dan wajib membimbing anak-anak kita. Beuh.. malah ngelantur nih…
Zaman boleh modern, zaman boleh berubah, tetapi hukum islam kekal adanya. Disini saya mencoba menyalin ulang hasil ketikan saya sewaktu diminta membuatkan ( Cuma di suruh ngetik doank sih) skripsi.. dan saya memilih judul Kewajiban Istri Terhadap Suami sebagai bahan renungan bagi kita kaum adam baik yang sudah atau belum menikah agar sedikit banyak mengetahui hukum di dalam berumahtangga. Karena terlalu panjang maka akan saya bagi menjadi dua sesi, sesi pertama tentang kewajiban istri terhadap suami, dan sesi yang kedua, kewajiban suami terhadap istri..
Ada beberapa kewajiban istri yang harus dilakukan terhadap suami
Istri Wajib Taat Kepada Suaminya
Dalam surat An-Nisa ayat 34 yang artinya sebagai berikut :
Wanita salehah adalah wanita yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka….”
Taat yang disinggung dalam ayat diatas adalah taat kepada Allah dan suaminya. Hal ini menggambarkan bagaimana seorang istri harus taat kepada suaminya. Allah telah menjelaskan bahwa istri harus berlaku demikian karena suami telah memelihara istri dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan rumah tangganya
Kemudian timbul pertanyaan?? apakah ketaatan itu untuk perintah-perintah yang terkait dengan hubungan khusus suami-istri, atau dengan seluruh perintah suami termasuk perintahnya untuk mencari nafkah, menagih piutang, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari, dan sebagainya?
Menurut Syafi’i dan Hambali, istri tidak wajib menyelenggarakan keperluan sehari-hari, mengatur rumah tangga, kewajibannya berkenaan dengan hal-hal yang berurusan dengan suaminya.
Sedangkan menurut Abu Ishaq Al-Jurjani, istri berkewajiban menyelenggarakan semua kewajiban yang diperintahkan suaminya, ini berdasarkan dalil dari riwayat Ali dan istrinya, Fatimah yang keduanya mengacu kepada Rosulullah. Nabi pernah memutuskan bahwa Fatimah (putri beliau) harus menyelenggarakan urusan dalam rumah tangga dan Ali melaksanakan urusan diluar rumah. Nabi juga meminta tolong kepada istri beliau, Aisyah, untuk mengambil makanan dan minuman, dan Aisyah melaksanakannya.
Istri Wajib Menjaga Diri
Arti ayat diatas (An-Nisa ) juga menjelaskan bahwa
- Istri wajib menjaga diri agar tidak mengurangi hal-hal tentang harga dirinya.
- Istri wajib menjaga harta suami dan tidak memberikannya kepada orang lain tanpa izin suaminya.
- Tidak keluar rumah dengan maksud supaya bertugas menyelenggarakan urusan rumah tangga.
Dalam sebuah hadits dinyatakan sebagai berikut, yang artinya:
Dari Ibn Umar ia mengatakan bahwaa Nabi bersabda :
“Istri itu pemimpin rumah tangga suaminya dan dia akan dimintai (Allah) pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”
Menurut hadits diatas, istri menjadi pemimpin rumah tangga suaminya. Memimpin disini tidak saja dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga dalam membina sikap dan akhlak anggota keluarga sehingga mereka berakhlak mulia.
Yaaahhh… mungkin cukup sampai sini dulu ya, yang penasaran nantikan artikel berikutnya tentang Kewajiban Suami Terhadap Istri.

0
Post a Comment